Get Adobe Flash player
NO.
NAMA/PANGKAT
PASAL
KET
1.
Kopda Bambang Suseno Pasal 1 UU Darurat RI No. 12 tahun 1951 tentang Senjata api dan
bahan peledak, Pasal 113 Ayat (1) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.
35 tahun 2009 tentang Narkotika, Pasal 127 Ayat (1) UU RI No. 35
tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP,
Pasal 190 Ayat (1) Jo Ayat (3), (4) UU RI No. 31 tahun 1997 tentang
Peradilan Militer, Pasal 26 KUHPM dan ketentuan perundangundangan
lain yang bersangkutan.
BHT
2.
Ex Serma Dahwan Pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM serta ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
3.
Serda Isnanto Pasal 310 ayat (4) UU RI No. 22 tahun 2009 jo Pasal 14 huruf a
KUHP jo Pasal 15 KUHPM dan ketentuan perundang-undangan lain
yang bersangkutan.
BHT
4.
Serma Khafid Pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM yo pasal 26 KUHPM, yo
pasal 143 UU RI No. 31 tahun 1997 serta ketentuan perundangundangan
lain yang bersangkutan.
BHT
5.
Koptu Mahdi Alamsyah Pasal 1 ayat (1) UU RI Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal
127 ayat (1) huruf a UURI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,
Pasal 26 KUHPM, Pasal 190 ayat (3) UU RI tahun 1997 serta ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
6.
Serda Maryanto Pasal 279 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 190 ayat (1) jo ayat (4)
UU RI No 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
7.
Kopda Enin Dorisko Pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM jo pasal 26 KUHPM, jo
pasal 143 UU RI No. 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer serta
ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
8.
Prada Trio Saputra Pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM yo pasal 26
KUHPM, jo pasal 143 UU RI No. 31 tahun 1997 serta ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
9.
Serma La Haji Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009, Pasal 26
KUHPM, Pasal 190 ayat (2) UURI No. 31 Tahun 1997 dan ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
10.
Pelda Bambang Topo Aribowo Pasal 86 ke-1 KUHPM dan ketentuan perundang-undangan lain
yang bersangkutan.
BHT
11.
Sertu Ricky Ronaldo Pasal 263 ayat (1) KUHP jo Pasal 190 ayat (3) jo ayat (4) UU
No.31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
12.
Sertu Widi Wiratmoko Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
jo Pasal 44 ayat (1) KUHP, jo Pasal 189 ayat (1) UU RI No. 31 tahun
1997 tentang Peradilan Militer dan ketentuan perundang-undangan lain
yang bersangkutan.
BHT
13.
Serda Sudirman Pasal 352 ayat (1) KUHP jo pasal 14 a KUHP dan ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
14.
Sertu Suprapto Zen Pasal 86 ke-1 KUHPM, dan ketentuan perundang-undangan lain
yang bersangkutan.
BHT
15.

Pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM jo pasal 26 KUHPM, jo pasal 143 UU RI No. 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer serta ketentuan perundang-undangan lain yang  bersangkutan.

BHT
16.
Sertu Abdul Karim Pasal 310 ayat (4) UU No. 22 tahun 2009, Pasal 14a (1) KUHP
yo pasal 16 KUHPM dan ketentuan perundang-undangan lain yang
bersangkutan.
BHT
17.
Praka Adam Modokompit Pasal 1 ayat (1) UU RI Darurat Nomor 12 tahun 1951 dan Pasal 114
ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI
Nomor 35 tahun 2009 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 26 KUHPM,
Pasal 190 ayat (3) UU RI tahun 1997 serta ketentuan perundangundangan
lain yang bersangkutan.
BHT
18.
Pratu Adekyat Pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM yo pasal 26 KUHPM,
yo pasal 143 UU RI No. 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer serta
ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
19.
Koptu Agus Tiarso Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun
2009 tentang Narkotika, jo Pasal 189 ayat (1) Undang-Undang RI
Nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
20.
Serda Aswani Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 14a KUHP
jo Pasal 15 KUHPM jo Pasal 190 ayat (1) jo ayat (4) UU RI No. 41
Tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan ketentuan perundangundangan
lain yang bersangkutan.
BHT
21.
Kopda Bambasng Setiawan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun
2009 tentang Narkotika, jo Pasal 189 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor
31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan ketentuan perundangundangan
lain yang bersangkutan.
BHT
22.
Serka Boboh Pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM yo pasal 26
KUHPM, pasal 143 UU RI No. 31 Tahun 1997 serta Ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
23.
Ex Serma Dahman Pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM serta ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
24.
Ex Serma Dahman Pasal 372 KUHP, Pasal 378 KUHP, Pasal 190 ayat (1) jo ayat
(3) jo ayat (4) UU RI No 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer
serta ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
25.
Ex Serma Dahman Pasal 193 ayat (1) Undang-undang RI No. 31 Tahun 1997 dan Surat
Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1981
tanggal 22 Januari 1981 serta ketentuan perundang-undangan lain yang
bersangkutan.
BHT
26.
Prada Derry Agy Saputra Pasal 310 ayat (3) jo ayat (4) UU No. 22 tahun 2009 tentang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 14 a KUHP jo pasal 15
KUHPM dan ketentuan perundang-undangan lain yang
bersangkutan.
BHT
27.
Praka Desmafora Pasal 310 ayat (3) jo ayat (4) UU RI No. 22 tahun 2009 tentang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 14a KUHP jo Pasal 15 KUHPM,
Pasal 190 ayat (1) jo ayat (4) UU RI No 31 Tahun 1997 tentang
Peradilan Militer dan ketentuan perundang-undangan lain yang
bersangkutan.
BHT
28.
Pratu Evan Sopian Pasal 310 ayat (4) UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan, Pasal 14a KUHP jo pasal 15 KUHPM jo pasal
190 ayat (1) jo ayat (4) UU RI Nomor 31 tahun 1997 tentang
Peradilan Militer dan ketentuan perundang-undangan lain yang
bersangkutan.
BHT
29.
Serka Fahmi Abdurahman Pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM jo pasal 190 ayat (1) UU
Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan ketentuan perundangundangan
lain yang bersangkutan.
BHT
30.
Serma Fauzan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun
2009 tentang Narkotika, jo Pasal 189 ayat (1) Undang-Undang RI
Nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
31.
Praka Feri Sinto Siregar Pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM ketentuan perundangundangan
lain yang bersangkutan.
BHT
32.
Prada Irmansyah Putra Pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM dan ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
33.
Serda Maryanto Pasal 279 ayat (1) ke-1 KUHP, Pasal 190 ayat (1) jo ayat (4)
UU RI No 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer dan ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
34.
Sertu Juharlaily Pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM, serta ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
35.
Sertu Nopriansyah Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang
Narkotika, Pasal 26 KUHPM, Pasal 12 ayat (2) UU RI No. 48 Tahun
2009 tentang Kekuasaan Kehakiman dan ketentuan perundangundangan
lain yang bersangkutan.
BHT
36.
Serka Mar Purnomo Pasal 10 huruf b UU Nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan
Militer.
BHT
37.
Kopda Enin Dorisko Pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM jo pasal 26 KUHPM, jo
pasal 143 UU RI No. 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer serta
ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
38.
Kapten Cpm Adi Suyoso Pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM jo pasal 26 KUHPM, jo
pasal 143 UU RI No. 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer serta
ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
39.
Kopda Rochmadani Pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM yo pasal 26 KUHPM,
yo pasal 143 UU RI No. 31 tahun 1997 serta ketentuan perundangundangan
lain yang bersangkutan.
BHT
40.
Prada Trio Saputra Pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM yo pasal 26
KUHPM, jo pasal 143 UU RI No. 31 tahun 1997 serta ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
41.
Prada Yoga Saputra Pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM jo pasal 26 KUHPM, jo
pasal 143 UU RI No. 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer serta
ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
42.
Sertu Zairin Pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM jo pasal 26 KUHPM, jo
pasal 143 UU RI No. 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer serta
ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
43.
Serma Budi Kristianto Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009, Pasal 127 ayat
(1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009, Pasal 26 KUHPM, Pasal
190 ayat (3) UURI No. 31 Tahun 1997 dan ketentuan perundangundangan
lain yang bersangkutan.
BHT
44.
Kopka Sri Cahyono Pasal 87 ayat (1) ke-2 yo ayat (2) KUHPM dan Ketentuan
perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
45.
Serma Subagio Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 dan Pasal 127 ayat (1)
huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 26 KUHPM
jo Pasal 190 ayat (1) jo ayat (3) jo ayat (4) UU RI No. 31 Tahun 1997
tentang Peradilan Militer dan ketentuan perundang-undangan lain yang
bersangkutan.
BHT
46.
Pratu Sandi Ari Putra Pasal 170 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 14 a KUHP jo Pasal 15
KUHPM, serta ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.
BHT
47.
Serka Rus Harmawanto Pasal 11 Undang undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan
atas Undang undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan
Tindak Pidana Korupsi dan ketentuan perundang-undangan lain
yang bersangkutan.
BHT

 

Copyright @ Pengadilan Militer I-04 Palembang Admin TI dan Pelaporan